Minggu, 27 Mei 2018

Pendiri pertama kali Mesjid Hidayatullah Kel.Kenali Besar Kotabaru Kota Jambi pada tahun 1996 :
1. Ruslan Yusuf.
2. Salimun
3. A.Rahman.
4. Dahlius
5. M.Yusuf
Sedangkan nama Hidayatullah di berikan oleh Bapak Ruslan Yusuf dan Agusliwardi , semula Pak Ruslan  mengusulkan dengan nama Hidayah kemudian oleh Pak Agusliwardi minta dilengkapi menjadi Hidayatullah. Tanah tempat mendirikan masjid  adalah Wakaf dari H.Raden Saleh

Kamis, 21 September 2017

BUKAN 2,5 % BIASA

Kisah Nyata dan Inspiratif.

Pada musim haji tahun 1996 saudara saya bercerita :

saudara saya ini hampir setiap tahun melaksanakan ibadah umrohnya bersama suami, dan pada tahun 1996 dapat melaksanakan ibadah Haji , Ketika sedang sholat di Mesjidil Haram bersebelahan dengan ibu muda ( kira kira usianya 30 tahun ) berasal dari Kalimantan , melihat ibu muda ini saudara saya ini memulai membuka pembicaraan , Alhamdulillah ya Bu ? masih muda sudah dapat melaksanakan ibadah haji ,, Ibu muda tersebut dengan tersenyum dia menjawab , Alhamdulillah Ibu saya bersama suami  setiap tahun melaksanakan ibadah Umroh dan ibadah haji , dengan izin Allah saya berserta suami sudah memberangkatkan haji Kedua mertua dan seluruh saudara suami saya  dan Juga Kedua orang tua saya berserta saudara saya , masing  masing satu kali dan kami selalu mendampingi setiap keberangkatannya , Saudara saya berpikir apa gerangan kerja /usaha ibu muda ini ? selanjutnya saudara saya tanya lagi , apa usaha di Kalimantan Ibu ? ibu muda tsb menjawab berdagang Oli , Solar dan bahan bakar lainnya. . ibu muda berkisah selanjutnya . diawal perkawinan kami benar benar tidak punya apa - apa kecuali mengharap ridho Allah saja, kemudian kami mencoba untuk meminjam modal kepada saudara suami maupun saudara saya, dari sekian banyak saudara kami hanya satu orang yang dengan ikhlas meminjamkan uangnya sebesar Rp. 5.000.000.- dan saudara itupun bilang gunakan uang itu dan kalau udah ada uang baru kembalikan , dengan satu konsep berdagang saya dan suami selalu mengeluarkan setiap keuntungan penjualan kami sebesar 2,5 %., berselang beberapa bulan Allah menepati janjinya datang seorang dengan mobil Toyota Land Drover mengisi oli mobilnya di kios kami , sambil menunggu mobilnya selesai mengisi Oli , sempat berdialog dengan kami , apakah bapak dan ibu bersedia mengantarkan Solar dan Oli  untuk keperluan Sawmill kami setiap hari  3 Drum dan uang bisa diambil setelah diantar , dengan mengucapkan Alhamdulillah didepan Bapak itu kami menyanggupi tawaran tersebut, mulai besoknya suami saya mengantar pesanan teserbut ke Sawmill dengan gerobak dorong , dengan keringat yang mengalir deras suami saya setiap hari mengantarnya , beberapa bulan kemudian Allah melipatkan janjinya . keytika suami saya mengantar pesanan ketemu dengan Bapak itu di Sawmillnya, dan dia mengatakan , apakah setiap hari Bapak mengantar dengan gerobak ini , kenapa tidak membeli mobil dengan cara cicilan, suami saya mengatakan takut tidak terbayar , dan takut apabila Bapak memutuskan hubungan ini , mendengar perkataan suami saya , Bapak itu langsung mengatakan " Selagi Sawmill ini berjalan tidak akan memutuskan pembelian bahan bakar dengan kamu " dan suami saya mengatakan akan mengambil mobil untuk usaha ini, pada waktu itu juga bapak tersebut menghubungi pemilik beberapa Sawmill dan merferensikan usaha kami itu dan alhamdulillah lebih dari 15 Sawmill berhubungan dengan kami untuk memasokkan bahan bakar ke Sawmillnya.. Sejak dari itu rezeki dari Allah semakin berlimpah sehingga dapat memberangkatkan orang tua dan saudara ke Tanah Suci ,

Itulah bu kisahnya  berkat dari 2,5 % itu lah sebagaimana Janji Allah.

Kepada saudara se iman yang ingin berifaq, bersedekah untuk pembangunan Mesjid Hidayatullah silahkan Transfer ke BRI Rek No.0606-01-006574-53-4 an.Mesjid Hidayatullah atau ke

, atau hub 081271183220 a.n Azman Chaniago

Minggu, 02 Juli 2017

Pedoman kita terhadap anak yatim

Firman Allah tentang anak yatim

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin, maka celakalah bagi orang-orang yang sholeh yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan menolong dengan barang berguna”.
(QS. Al-Ma’un ayat 1-7)
Allah berfirman, artinya,“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin….”
(QS. an-Nisa: 36).
Allah telah berfirman dalam kitab-Nya, artinya, “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.”
(QS. al-Baqarah: 83).
Allah berfirman,artinya, “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang”(QS. ad-Dhuha: 9)
Allah berfirman, artinya, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin,”
(QS. al-Baqarah 2:177)
 “Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, …”.
(Q.S. Al Baqarah, 2:215)
“…Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan….”. (Q.S. Al Baqarah, 2:220)
“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar”. (Q.S. An Nisaa’, 4:2)
“Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu). (Q.S. An Nisaa’, 4:6)
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”. (Q.S. An Nisaa’, 4:10)
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, …,”
(Q.S. An Nisaa 4:36)
“Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa…”. (Q.S. Al An’aam, 6:152)
“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya”. (Q.S. Al Israa’, 17 : 34)
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan”. (Q.S. Al Insaan, 76:8)
“Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim”. (Q.S. Al Fajr, 89 : 16-17)
“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, (Q.S. Al Balad, 90 : 12-15)
“Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang”.
(Q.S. Adh Dhuhaa, 93:8-9)
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, …”. (Q.S. Al Baqarah, 2 : 177)
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, …”     . (Q.S. Al Baqarah, 2:215)
“…Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan….”. (Q.S. Al Baqarah, 2:220)

HADIS  HADIS  TENTANG  ANAK YATIM :

Cukup banyak hadis yang membahas tentang anak yatim dimana ada 142  hadits yang terdapat pada 42 kitab hadits yang membahas tentang yatim diantaranya :
“Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya (HR. Bukhari, Turmudzi, Abu Daud)
“Barangsiapa mengambil anak yatim dari kalangan Muslimin, dan memberinya makan dan minum, Allah akan memasukkannya ke surga, kecuali bila ia berbuat dosa besar yang tidak terampuni.( HR. Turmudzi)
Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi ia diperlakukan dengan buruk. (HR. Ibnu Mubarak)
“Sesungguhnya, seorang laki-laki mengeluh kepada Nabi s.a.w., karena hatinya yang keras. Nabi s.a.w. berkata: -‘Usaplah kepala yatim, dan berilah makan orang miskin’. (HR. Ahmad)
Anak yatim menangis, arasy berguncang. Sabda Tuhan: Demi keagungan-Ku, siapa saja yang menghiburnya dan menghentikan tangisannya, Aku pastikan baginya surga (Hadis Qudsi 208) ( 17/2/2010; 17:30:44)
Barangsiapa meletakan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap lembar rambut yang disentuh tangannya. (HR.Ahmad, Ath-Thabrani, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Aufa)
Harta-benda anak yatim tidak terkena zakat sampai dia baligh. (HR. Abu Ya’la dan Abu Hanifah) Tidak disebut lagi anak yatim bila sudah baligh. (HR. Abu Hanifah)
Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim, berbicara kepadanya dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta kelemahannya, dan tidak bersikap angkuh dengan apa yang Allah anugerahkan kepadanya terhadap tetangganya. Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah tidak akan menerima sedekah seorang yang mempunyai kerabat keluarga yang membutuhkan santunannya sedang sedekah itu diberikan kepada orang lain. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, ketahuilah, Allah tidak akan memandangnya (memperhatikannya) kelak pada hari kiamat.
(HR. Ath-Thabrani)
Barangsiapa menjadi wali atas harta anak yatim hendaklah dikembangkan dan jangan dibiarkan harta itu susut karena dimakan sodaqoh (zakat). (HR. Al-Baihaqi)
“Tidak mungkin seorang yatim ikut memakan jamuan makanan, lalu setan mendekati makanan itu”‘ (HR. Ath-Thabrani)

Bagi saudara kami yang ikut berpartisipasi bisa menghubungi kami ke nomor 081271183220 atau bisa transfer langsung ke Rek.BRI 167901000132538  an.  Azman Chaniago . Bagi yang transfer kiranya bukti setornya keiri ke WA 081379131426..

Mari bersama kita membantu anak yatim

Minal Aidin Wal Faidzin mohon maaf lahir bathin ,
Komunitas Jumat Barokah Insha Allah akan menyantuni anak yatim yang berada di Panti asuhan pada bulan juli ini pada tanggal 11 Agustus  2017 sedangkan panti yang akan menjadi prioritas akan di survey oleh Tim Survey Jumat  barokah , Bagi saudara kami yang ikut berpartisipasi bisa menghubungi kami ke nomor 081271183220 atau bisa transfer langsung ke Rek.BRI 167901000132538  an.  Azman Chaniago . Bagi yang transfer kiranya bukti setornya kirim  ke WA 081379131426..
Bantuan dan Infaq Bapak Ibu Berikan Insha Allah dicatat oleh Malaikat sebagai Infestasi Akhirat. dengan harapan kita semua  semoga anak yatim bisa hidup layak dapat pendidikan dan bisa berbakti kepada Agama ,Bangsa dan Negara serta kepada kedua org tuanya .